Lewati ke konten utama
Penawaran bulan ini: Hemat 50% Engineering Kick-Off untuk proyek baru hingga akhir bulan ini. Lihat penawaran
Studi kasus

Aplikasi Microplanning Imunisasi untuk Puskesmas dan Dinkes

Aplikasi web dan mobile microplanning imunisasi bantu Puskesmas hingga pusat merencanakan vaksin dan logistik kesehatan lebih tepat sasaran.

· 4 menit baca · Venturo

Aplikasi Microplanning Imunisasi untuk Puskesmas dan Dinkes

Distribusi vaksin dan bahan kesehatan ke ribuan Puskesmas hanya efektif bila perencanaannya akurat sampai tingkat desa. Venturo membangun aplikasi microplanning imunisasi dan logistik kesehatan untuk sebuah program kesehatan nasional: web admin untuk perencana di Dinas Kesehatan dan pusat, serta aplikasi mobile untuk petugas Puskesmas di lapangan.

Sistem ini terintegrasi dengan platform monitoring logistik kesehatan elektronik milik instansi pemerintah, sehingga data sasaran, kebutuhan vaksin, dan distribusi obat mengalir dalam satu alur dari Puskesmas hingga tingkat pusat. Berikut studi kasusnya.

KlienProgram kesehatan nasional (instansi pemerintah, identitas dirahasiakan)
IndustriKesehatan publik dan logistik farmasi
LayananPengembangan web app dan aplikasi mobile (project)
PlatformWeb admin dan aplikasi mobile Puskesmas
Durasi3 bulan
Aplikasi microplanning imunisasi dan logistik kesehatan: web admin dan aplikasi mobile Puskesmas.

Aplikasi microplanning imunisasi dan logistik kesehatan: web admin dan aplikasi mobile Puskesmas.

Tantangan

  • Rekap distribusi sulit dilacak. Pemerintah ingin tahu obat dan vaksin yang sudah disalurkan sampai ke tingkat kecamatan, serta siapa saja yang sudah menerima imunisasi.
  • Perencanaan belum tepat sasaran. Kebutuhan vaksin tiap desa bergantung pada jumlah sasaran, jumlah pos pelayanan, dan jumlah vaksinator. Dihitung manual, angkanya mudah meleset.
  • Data tersebar di banyak tingkat. Puskesmas, Dinas Kesehatan kabupaten/kota, dan pusat bekerja dengan data masing-masing, padahal keputusan pengadaan membutuhkan satu gambaran yang konsisten.
  • Skala nasional. Sistem harus melayani banyak program dan banyak jenis pengguna dengan aturan yang seragam.

Solusi

Venturo membangun dua sisi aplikasi yang saling terhubung: aplikasi mobile untuk petugas yang menginput data di lapangan, dan web admin untuk mengatur program serta meninjau perencanaan.

Aplikasi mobile untuk petugas Puskesmas: microplanning imunisasi

Petugas memulai dari estimasi target: jumlah bayi baru lahir, surviving infant, anak bawah dua tahun, dan wanita usia subur di wilayahnya. Dari angka sasaran itu, aplikasi menghitung kebutuhan pos pelayanan, hari pelayanan, dan jumlah vaksinator, baik untuk layanan luar gedung maupun dalam gedung. Hasilnya ditampilkan per desa dan per sekolah, lalu diterjemahkan menjadi permintaan vaksin bulanan per jenis material.

Aplikasi mobile microplanning imunisasi: estimasi sasaran, kebutuhan pelayanan, dan permintaan vaksin bulanan. Nama fasilitas pada gambar disamarkan.

Aplikasi mobile microplanning imunisasi: estimasi sasaran, kebutuhan pelayanan, dan permintaan vaksin bulanan. Nama fasilitas pada gambar disamarkan.

Aplikasi mobile untuk petugas Puskesmas: pengujian kesehatan lingkungan

Modul lain membantu petugas kesehatan lingkungan. Mereka memilih distribusi bahan uji yang tersedia, lalu menginput hasil pengujian lengkap dengan metode, standar baku mutu, dan satuan. Aplikasi memvalidasi isian berupa angka sehingga data yang masuk lebih bersih.

Aplikasi mobile pengujian kesehatan lingkungan: pilih distribusi bahan dan input hasil pengujian. Data lokasi pada gambar disamarkan.

Aplikasi mobile pengujian kesehatan lingkungan: pilih distribusi bahan dan input hasil pengujian. Data lokasi pada gambar disamarkan.

Web admin untuk pengelola program

Pengelola program mengatur kegiatan beserta proses, protokol, dan kategori parameternya. Parameter analisa juga bisa ditambah sendiri, lengkap dengan satuan, tanpa menunggu perubahan dari programmer.

Web admin: pengaturan kegiatan program kesehatan. Identitas instansi pada gambar disamarkan.

Web admin: pengaturan kegiatan program kesehatan. Identitas instansi pada gambar disamarkan.

Web admin: form tambah parameter analisa dengan pilihan satuan.

Web admin: form tambah parameter analisa dengan pilihan satuan.

Web untuk Dinas Kesehatan dan pusat: review dan finalisasi

Perencanaan dari Puskesmas dikumpulkan menjadi tabel rekapitulasi pengadaan per kabupaten/kota: total kebutuhan, sisa stok, usulan pengadaan, dan usulan ditambah buffer 10%. Tim desk dapat mengisi hasil desk per material, mencetak berita acara, atau mengekspor tabel.

Web pusat: perhitungan kebutuhan tahunan dengan rekapitulasi pengadaan, berita acara, dan ekspor. Identitas pengguna pada gambar disamarkan.

Web pusat: perhitungan kebutuhan tahunan dengan rekapitulasi pengadaan, berita acara, dan ekspor. Identitas pengguna pada gambar disamarkan.

Form hasil desk: perbandingan usulan pengadaan dengan hasil desk per bahan material.

Form hasil desk: perbandingan usulan pengadaan dengan hasil desk per bahan material.

Sebelum perencanaan ditetapkan, sistem mengecek kelengkapan data. Tombol finalisasi baru aktif ketika master pemeriksaan, jenis pemeriksaan, metode, parameter, varian, dan material sudah terisi.

Konfirmasi finalisasi perencanaan: sistem menolak finalisasi sebelum semua data wajib lengkap.

Konfirmasi finalisasi perencanaan: sistem menolak finalisasi sebelum semua data wajib lengkap.

Keunggulan

  • Perhitungan otomatis dari data sasaran. Petugas tidak lagi menghitung kebutuhan pos, hari, dan vaksinator secara manual, sehingga perencanaan lebih konsisten antarwilayah.
  • Satu alur dari Puskesmas sampai pusat. Data yang diinput di lapangan langsung menjadi bahan review di tingkat kabupaten/kota dan pusat.
  • Validasi sebelum finalisasi. Perencanaan tidak bisa ditetapkan bila data wajib belum lengkap, sehingga kesalahan tertangkap lebih awal.
  • Parameter dan kegiatan fleksibel. Pengelola program dapat menambah kegiatan, protokol, dan parameter analisa sendiri dari web admin.
  • Rekap siap pakai. Tabel pengadaan, berita acara, dan ekspor membantu proses review dan pelaporan.

Hasil

Dengan microplanning yang terintegrasi ke platform monitoring logistik kesehatan, rantai pasok vaksin menjadi lebih presisi karena kebutuhan dihitung dari data sasaran di tiap desa. Perencanaan lebih tepat sasaran, pelaporan lebih terstruktur dari Puskesmas hingga pusat, dan keputusan pengadaan bertumpu pada data yang sama. Tujuan akhirnya adalah efisiensi anggaran negara dan cakupan imunisasi anak yang lebih merata.

Penutup

Studi kasus ini menunjukkan bagaimana aplikasi web dan mobile dapat menyatukan perencanaan di lapangan dengan pengambilan keputusan di tingkat pusat. Bila organisasi Anda membutuhkan sistem serupa untuk perencanaan, logistik, atau pelaporan lintas wilayah, tim kami siap membantu lewat layanan pengembangan aplikasi sesuai kebutuhan. Silakan konsultasikan kebutuhan Anda bersama tim Venturo. Anda juga dapat melihat studi kasus sistem internal lainnya di portfolio kami.

Punya Proyek Serupa?

Kami bisa membangun solusi serupa, disesuaikan dengan proses dan kebutuhan bisnis Anda.

Konsultasi Gratis
Hubungi Kami !!Konsultasi 100% Gratis